Halaman

Jumat, 18 April 2025

Waspada dengan Fitnah Dajjal, Fitnah Terbesar Akhir Zaman


Siapakah Dajjal?

Dajjal, dalam ajaran Islam, merupakan salah satu tanda-tanda besar hari kiamat. Namanya sering disebut dalam hadis-hadis sahih sebagai sosok yang akan menimbulkan fitnah (cobaan) terbesar di akhir zaman.

Kata Dajjal berasal dari kata dajala, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul ’Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Dajjal ini tidak diceritakan dalam Al-Qur’an, akan tetapi banyak diceritakan dalam hadits Nabi Muhammad saw.

Dajjal akan mengaku sebagai tuhan dan menunjukkan berbagai mukjizat palsu, seperti menghidupkan orang mati dan menumbuhkan tanaman di lahan yang gersang. Namun, semua itu hanyalah ilusi untuk menyesatkan manusia. Dajjal juga memiliki ciri fisik yang khas, yaitu bermata satu, dan di dahinya terdapat tulisan “kha, fa, ro” yang berarti kafir serta dapat dilihat oleh orang yang beriman.

Dajjal ini merupakan sosok lelaki yang akan hadir di akhir zaman mendekati kiamat. Hadirnya Dajjal di tengah-tengah masyarakat akan menjadi ujian yang sangat berat bagi umat manusia sekaligus penebar fitnah dan kesesatan. Ia pun akan mendatangi seluruh tempat di muka bumi kecuali Mekah, Madinah, serta Baitul Maqdis. Mengapa Dajjal tidak mendatangi Mekah, Madinah, dan Baitul Maqdis? Karena tempat-tempat suci itu dijaga oleh banyak malaikat. Sehingga Dajjal tak mampu memasukinya.


“Dan dia akan muncul di muka bumi seluruhnya, kecuali dua tempat suci (Mekah dan Madinah) serta Baitul Maqdis.” (H.R. Bukhari, Ahmad, & Tirmidzi).

Bila mengikuti Dajjal karena menganggapnya tuhan karena kesaktiannya, maka orang-orang yang mengikutinya termasuk orang-orang yang ingkar dan balasannya neraka. Sementara jika tak mengikuti Dajjal maka ia termasuk orang-orang yang beruntung yang akan mendapatkan surga.


Kendaraan Dajjal

Dalam sejumlah hadits, disebutkan bahwa Dajjal ini matanya buta sebelah, putih berkilau, dan berambut tebal. Dalam hadits yang lain juga dikatakan bahwa Dajjal pun tubuhnya pendek dan kakinya bengkok. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa Dajjal ini tubuhnya tinggi dan jarak antara dua telinga keledai tunggangannya adalah empat puluh hasta. (1 hasta = 45 cm, berarti 40 hasta = 1800 cm atau 18 m). Ini menandakan bahwa keledai tunggangan Dajjal adalah hewan yang besar/raksasa.

“Dajjal menunggang seekor keledai aqmar. Jarak antara kedua telinga keledai itu adalah empat puluh hasta.” (H.R. Ahmad & Hakim).

Dalam hadits yang lain pun dikatakan bahwa, “Ia akan menunggangi keledai putih yang satu langkahnya sama dengan satu mil jaraknya. Keledai tersebut memakan api dan menghembus asap, dapat terbang di atas daratan dan menyeberangi lautan.” Apabila mempelajari ciri-ciri kendaraan Dajjal, maka bisa saja bukan hewan keledai pada umumnya. Namun, bisa juga berbentuk pesawat terbang super cepat. Wallohu’alam bishawab.

“Selanjutnya, Rasulullah juga mengabarkan mengenai durasi Dajjal berada di bumi. Dalam buku Tanda-Tanda Kiamat: Tanda-Tanda Besar oleh Mahir Ahmad Ash-Shufiy, an-Nuwas bin Sam’an meriwayatkan, dia mengatakan bahwa para sahabat bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, berapa lama Dajjal di muka bumi?”

Nabi saw. bersabda,
“Empat puluh hari. Satu hari seolah selama setahun, satu hari seolah selama sebulan, satu hari seolah selama sepekan, padahal lama semua hari sama seperti lamanya hari-hari kalian saat ini.”

Tidak hanya itu, sahabat kembali bertanya, ‘Pada hari yang seolah setahun itu, apakah kami cukup mendirikan salat untuk satu hari, ya Rasul?’ Beliau menjawab, “Tidak. Perkirakanlah sesuai dengan kadarnya.” (H.R. Muslim).

Nabi Isa a.s. yang Akan Membunuh Dajjal

Disebutkan bahwa Dajjal a.s. setelah perjalanannya mengelilingi bumi selama 40 hari akan bertemu dengan Nabi Isa a.s. di pintu/gerbang Ludd/Lod Palestina. Di tempat inilah Dajjal akan dibunuh oleh Nabi Isa a.s.

“Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya. Setelah itu Isa ibn Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga.” (H.R. Muslim).

Nabi Isa a.s. akan menyerbu Dajjal dan pasukannya pada subuh hari. Tentang kisah penumpasan Dajjal dan pasukannya diabadikan dalam hadits Rasulullah saw. berikut ini:

“Ketika malam yang gelap menyelimuti bumi, kaum mukminin saling berkata satu sama lain, ‘Apa lagi yang kalian tunggu untuk menyusul saudara-saudara kalian ke keridhaan Allah Swt.? Siapa pun yang mempunyai kelebihan makanan hendaknya memberikannya kepada saudaranya. Salatlah hingga fajar terbit, lalu segera tunaikan salat Subuh. Setelah itu, serbulah musuh kalian, raih mati syahid, atau kemenangan.’

Kemudian datanglah malam yang pekat, sehingga seseorang tidak dapat melihat tangannya sendiri. Saat itulah Isa bin Maryam turun. Saat seorang lelaki berbaju besi tiba-tiba muncul, orang-orang bertanya, ‘Siapa kamu?

Dia menjawab, ‘Aku adalah hamba Allah dan kalimah-Nya: Isa.’

Isa bin Maryam lalu menyeru kaum muslimin, ‘Wahai manusia, apa yang menghalangi kalian untuk keluar menyerbu si pendusta jahat itu?’

Orang-orang berkata, ‘Ini adalah jin.’ Mereka pun berlarian. Tetapi ternyata mereka berhadapan dengan Isa bin Maryam.

Kemudian ketika salat dilaksanakan, Isa a.s. diminta menjadi imam, tapi dia berkata, ‘Biar imam kalian saja yang maju dan mengimami kalian.

Setelah melaksanakan salat Subuh, kaum muslimin menyerbu Dajjal. Melihat itu, si pendusta terbesar ini mencair seperti garam yang larut di dalam air. Isa bin Maryam mengejarnya lalu membunuhnya.

Bahkan pohon dan bebatuan pun memanggil-manggil, ‘Wahai ruh Allah, ini ada Yahudi bersembunyi di sini.’

Tidak ada seorang pun yang dahulu mengikuti Dajjal yang tidak dibunuh oleh Isa a.s.” (H.R. Ahmad).



Tips Agar Selamat dari Fitnah Dajjal

Ada beberapa tips yang bisa kita perbuat agar selamat dari fitnah Dajjal. Berikut penjelasannya!

1. Berpegang Teguh pada Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah saw.

Salah satu cara utama untuk selamat dari fitnah Dajjal adalah dengan selalu berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad saw. Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang akan membimbing umat manusia di tengah-tengah fitnah dan kesesatan. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis, Rasulullah saw. telah memberikan petunjuk yang lengkap untuk menghadapi fitnah-fitnah akhir zaman, termasuk Dajjal.

2. Menghafal dan Membaca Surah Al-Kahfi

Salah satu cara yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. untuk melindungi diri dari fitnah Dajjal adalah dengan membaca dan menghafal sepuluh ayat pertama atau sepuluh ayat terakhir dari surah Al-Kahfi. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. bersabda:

“Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” (H.R. Muslim).

Surah Al-Kahfi berisi kisah-kisah yang memberikan pelajaran penting tentang ujian keimanan dan kesabaran yang sangat relevan untuk menghadapi fitnah Dajjal.


3. Memohon Perlindungan kepada Allah Swt. dari Fitnah Dajjal

Rasulullah saw. menganjurkan umatnya untuk selalu berdoa memohon perlindungan dari fitnah Dajjal, terutama setelah tasyahud akhir dalam salat. Dalam sebuah hadis, beliau saw. bersabda:

“Apabila salah seorang dari kalian selesai tasyahud akhir, hendaklah ia berlindung kepada Allah Swt. dari empat hal: dari siksa neraka Jahanam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari fitnah Dajjal.” (H.R. Muslim).

4. Menjauhi Tempat Kemunculan Dajjal

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Dajjal akan muncul di wilayah antara Syam dan Irak, dan akan bergerak ke berbagai tempat untuk menyebarkan fitnahnya. Rasulullah saw. memperingatkan umatnya untuk tidak mendekati atau terlibat dengan Dajjal. Jauhkan diri dari tempat-tempat yang menjadi pusat fitnah agar tidak terpengaruh oleh tipu dayanya.

5. Menambah Amal Ibadah dan Ketakwaan

Ketika fitnah besar seperti Dajjal muncul, hanya orang-orang yang memiliki keimanan kuat dan ketakwaan yang tinggi yang akan mampu bertahan. Rasulullah saw. menyebutkan bahwa fitnah Dajjal akan begitu kuat sehingga sebagian orang yang lemah iman bisa terjerumus dalam kesesatan. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan sejak dini adalah langkah penting agar kita siap menghadapi segala cobaan akhir zaman.

Sumber : 
https://www.rumahzakat.org/hadits-hadits-mengenai-dajjal/
https://www.rumahzakat.org/tips-selamat-dari-fitnah-dajjal/

================
Mari persiapkan perjalanan ke Baitullah bersama Naffar Tour dan Koperasi Syariah Pesantren Entrepreneur
Info paket berjalan silakan kunjungi kami di :

Ingin ke Baitullah tapi terkendala dana??? Yuk buka simpanan umroh di Koperasi Syariah Pesantren Entrepreneur (KoSPE), registrasi dengan klik link berikut ini:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manasik Umroh Naffar Tour Keberangkatan 10 November 2025

  Asrama Haji Bekasi,   Oktober 2025 Bismillah... langkah menuju Baitullah dimulai dari ilmu dan niat yang tulus 🤍  Para calon tamu Allah m...